ABOUT

Latar Belakang

Perkembangan teknologi internet yang pesat membuat masyarakat semakin mudah mengakses berbagai informasi melalui situs berita online maupun media sosial. Apalagi dengan adanya teknologi mobile, membuat akses semua informasi seakan berada dalam genggaman tangan. Dampak positifnya, masyarakat menjadi melek akan informasi dan teknologi. Tetapi dampak negatifnya, muncul fenomena information overload, suatu istilah yang dipopulerkan oleh Alvin Toffler dalam bukunya Future Shock (1970). Istilah ini dipertajam oleh David Shenk menjadi data smog (smoke & fog). Keduanya mempunyai makna senada, yaitu terlalu berlimpahnya informasi dalam kepala manusia sehingga menimbulkan kebingungan atau bahasa kekiniannya, kegalauan.

Fenomena ini juga dirasakan oleh para pengambil keputusan di pemerintahan, perwakilan rakyat, peradilan, maupun partai politik sebagai pilar-pilar demokrasi. Melimpahnya informasi, seringkali membuat para pengambil kebijakan di atas seakan berjarak dengan dunia nyata, mengingat acapkali kebijakan yang diproduksi bertentangan dengan situasi riil di lapangan. Hal ini karena informasi yang digunakan untuk mengambil keputusan dirasa semakin rancu antara opini media mainstream yang beragam, postingan media sosial yang hiruk pikuk, dan aspirasi masyarakat yang sebenarnya. Nyatanya, kesimpangsiuran informasi di ranah politik tidak hanya dirasakan saat mengambil kebijakan, tetapi paling sengit dimulai dari proses pemilihan umum, baik di pusat maupun di daerah. Semua pasti tahu, pada masa-masa kampanye pemilu atau pilkada masyarakat selalu dijejali dengan informasi, propaganda, dan perang opini dalam berbagai bentuk, ‘warna’, dan nada. Tidak hanya masyarakat, seringkali semua pemangku kepentingan politik dibuat bingung, mana informasi yang benar dan mana yang salah.

 

Siapa MANILKA ?

MANILKA, sebagai lembaga survey dan konsultan politik maupun bisnis, hadir untuk memecah kebuntuan informasi di masyarakat. Kami berupaya untuk hadir sebagai salah satu solusi bagi para pemangku kebijakan di pemerintahan, partai politik, dan tokoh masyarakat yang ingin terlibat dalam kontestasi politik, dengan menyajikan informasi yang menggambarkan situasi sebenarnya di lapangan maupun aspirasi masyarakat kebanyakan. Penyajian informasi yang akurat dan tepat ini menjadi awal bagi pengambilan keputusan atau kebijakan yang berkualitas. Ditambah dengan strategi sosialisasi yang efektif, maka kebijakan ini akan menjadi solusi yang diterima dengan baik oleh masyarakat. Inilah yang sangat kita perlukan dalam menumbuhkembangkan iklim demokrasi yang baik di negeri ini.