Detikcom: Risma Bisa Jadi Lawan Berat Ahok, Ini Buktinya

Jakarta – Nama Wali Kota Tri Rismaharini kembali mencuat menjelang Pilgub DKI setelah ‘dikampanyekan’ relawan Jokowi keliling Jakarta. Akankah Risma yang selama ini kerap diprediksi jadi lawan berat Ahok terjun ke Pilgub DKI?

Risma sebenarnya bukan nama baru di bursa cagub DKI. Risma sudah berulangkali disebut-sebut layak maju Pilgub DKI. Namun semakin sering didorong, semakin sering pula ia menolak diusung di Pilgub DKI. Hal itu bahkan telah disampaikan Risma secara langsung ke Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri. Padahal, Mega sudah mengunjungi Surabaya beberapa waktu lalu yang diiringi rumor ‘menjemput Risma ke Jakarta’.

Namun itulah Risma yang selama ini jauh dari kesan ambisius soal kekuasaan. Ketimbang meladeni permintaan orang yang mendorongnya maju Pilgub DKI, hingga kini Risma masih fokus mengurus Surabaya. Memang dari Surabaya lah Risma bersinar, ia kini memimpin Surabaya untuk periode kedua setelah memenangkan Pilwalkot Surabaya dengan perolehan 86%.

Karena prestasinya, tak sedikit pihak yang menilai Risma layak memimpin DKI Jakarta. Elite PDIP tak memungkiri bahwa di internal banyak yang menghendaki Risma ke Pilgub DKI. Kini relawan Jokowi yang menginisiasi gerilya untuk memboyong Risma ke Pilgub DKI.

Lalu bagaimana dengan elektabilitas Risma di tangga survei? Memang hasil survei Risma tidak begitu menonjol, itu karena Risma memang belum pernah bicara bersedia maju Pilgub DKI. Namun dari dua survei terakhir, paling tidak Risma cukup jelas dipandang sebagai salah satu lawan terberat bagi cagub DKI incumbent Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

Lembaga survei Manilka Research and Consulting yang melakukan survei head to head antara Ahok dengan 10 orang penantang mencatat Risma sebagai salah satu kandidat kuat.

Manilka Research and Consulting menyelenggarakan survei preferensi politik masyarakat DKI Jakarta menjelang pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta periode 2017-2022 pada kisaran 2-7 Juni 2016 dengan jumlah sampel 400 orang yang tersebar di lima wilayah kota administrasi dan satu kepulauan di DKI Jakarta. Survei ini menggunakan metode acak bertingkat (multistage random sampling) dengan margin of error (4,9%) pada tingkat kepercayaan 95%.

Dari hasil survei elektabilitas top of mind, posisi pertama ditempati Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dengan 49,3%, Ridwan Kamil (9,3%), dan Yusril Ihza Mahendra (6,8%). Di urutan keempat ada nama baru yang masuk yakni Yusuf Mansur dengan 6,5%, sedikit di atas Tri Rismaharini dengan raihan 6%. Demikian dokumen hasil survei tersebut yang diperoleh detikcom dari Managing Director Manilka Herzaky Mahendra, Senin (20/6/2016).

Yang menarik saat dilakukan survei head to head, Risma jadi lawan terberat buat Ahok. Berikut head to head Ahok vs 10 penantang berdasarkan survei Manilka Research:

Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) 49,5% vs Tri Rismaharini 34,3%
Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) 51,8% vs Yusuf Mansur 32,0%
Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) 56,5% vs Yusril Ihza Mahendra 25,3%
Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) 58,3% vs Sandiaga Uno 17,0%
Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) 58,5% vs Adhyaksa Dault 16%
Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) 58,3% vs Sjafrie Sjamsoeddin 14,0%
Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) 58,8% vs Djarot Saiful Hidayat 12,5%
Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) 56,8% vs Ganjar Pranowo 11,8%
Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) 59,5% vs Moeldoko 11,8%
Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) 59,0% vs Yoyok Rio Sudibjo 7,0%

Tak hanya survei Manilka yang memprediksi Risma bakal jadi lawan berat buat Ahok. Lembaga survei Populi Center yang melakukan survei seputar head to head Ahok dengan para kompetitornya mendapatkan hasil tak jauh beda.

Populi Center melakukan survei dengan wawancara tatap muka di 6 wilayah DKI Jakarta dilakukan mulai dari tanggal 10 Juni hingga 15 Juni 2016. Besaran sampel adalah 400 responden, dipilih secara acak bertingkat (multistage random sampling). Margin error sekitar 4,9% pada tingkat kepercayaan 95%.

Berikut hasil survei Populi Center selengkapnya, sesuai hasil survei yang dikirim peneliti Populi Center Nona Evita dalam surat elektronik kepada detikcom, Jumat (26/6/2016).

Jika Pemilukada Provinsi DKI Jakarta dilakukan hari ini dan pesertanya adalah 2 nama di bawah ini, menurut Anda siapa yang paling pantas untuk dipilih sebagai Gubernur? (%)

Basuki Tjahaja Purnama (59,2%) vs Tri Rismaharini (23,8%), belum memutuskan (13,2%)
Basuki Tjahaja Purnama (61%) vs Yusril Ihza Mahendra (23,8%), belum memutuskan (12%)
Basuki Tjahaja Purnama (60,8%) vs Sandiaga Uno (19,2%), belum memutuskan (17,2%)
Basuki Tjahaja Purnama (61,5%) vs Ganjar Pranowo (11,5%), belum memutuskan (23%)
Basuki Tjahaja Purnama (63,2%) vs Sjafrie Sjamsoeddin (8,8%), belum memutuskan (22,8%)
Basuki Tjahaja Purnama (62,8%) vs Djarot Saiful Hidayat (8,8%), belum memutuskan (24,5%).

(van/try)

sumber: https://news.detik.com/berita/3242994/risma-bisa-jadi-lawan-berat-ahok-ini-buktinya